Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung terus berkomitmen memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan mencetak generasi muda yang mandiri. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan pentingnya penguatan pelatihan vokasi yang diselaraskan (link and match) dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri saat ini.
Melalui langkah ini, anak muda Lampung didorong untuk tidak sekadar menjadi pencari kerja, melainkan tumbuh menjadi wirausaha baru dan pencipta lapangan kerja.
Program nyata sinergi ini salah satunya diwujudkan di UIN Raden Intan Lampung yang melibatkan 288 mahasiswa dalam 18 kelas melalui dua gelombang pelaksanaan.
Materi yang diajarkan dirancang adaptif terhadap teknologi dan industri modern, mencakup digital marketing, desain grafis, manajemen pengelolaan sampah, audit, hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Gubernur menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, kementerian, akademisi, dan sektor usaha untuk melahirkan kompetensi riil dan wirausaha baru.
Dukungan ini diperkuat oleh Kementerian Ketenagakerjaan melalui BBPVP Serang, yang menargetkan pelatihan bagi 5.000 peserta di Lampung pada 2026 dan meningkat menjadi 7.000 peserta pada 2027.
Selain di kampus, jangkauan program akan diperluas hingga ke pedesaan dengan fokus pada sektor unggulan daerah seperti pertanian, peternakan, dan perkebunan.
Melalui pembekalan keterampilan yang berdaya saing global ini, generasi muda Lampung diharapkan mampu menggerakkan ekonomi daerah dan memperluas kesempatan kerja. (red)



Posting Komentar