-->
jRuearRD1Wflun89k2YLoIrZkENf7YIfHnZianaF
Bookmark

Perkuat Pemerintahan Digital, Diskominfo Tubaba Gelar FGD Bersama Telkom University

 

Tubaba - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tulang Bawang Barat menggelar Focus Group Discussion (FGD) Transformasi Pemerintah Digital bersama Telkom University untuk menyusun Arsitektur dan Rencana Aksi Pemerintah Digital Kabupaten Tulang Bawang Barat periode 2027–2029. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menyelaraskan kebutuhan, program, dan pengembangan sistem digital di seluruh perangkat daerah.

FGD berlangsung di Ruang Rapat Bupati Tulang Bawang Barat, Kamis (5/11/2026), dan dibuka oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Eri Budi Santoso, S.Sos., M.H., yang hadir mewakili Bupati Tulang Bawang Barat, Ir. Novriwan Jaya, S.P.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Diskominfo Tubaba Aidil Pattikraton, jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta narasumber dari Telkom University, yakni Prof. Dr. Ahmad Rizal, S.T., M.T., Dekan Fakultas Teknik Elektro, dan Umar Ali Ahmad selaku Ketua Tim Ahli Penyusunan Arsitektur dan Rencana Aksi Pemerintah Digital Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Andriansyah, Kepala Bidang Aplikasi dan Sistem Informasi Diskominfo Tubaba, mewakili Kepala Diskominfo menyampaikan bahwa transformasi digital merupakan bagian penting dari upaya pemerintah dalam meningkatkan efektivitas tata kelola pemerintahan dan kualitas pelayanan publik.

Ia menjelaskan, perubahan kebijakan nasional dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menuju Indeks Pemerintah Digital menuntut pemerintah daerah melakukan penyesuaian, terutama dalam aspek perencanaan, tata kelola, integrasi sistem, dan pengembangan layanan digital.

Melalui FGD ini, Diskominfo berupaya menghimpun kondisi dan kebutuhan masing-masing perangkat daerah sebagai bahan penyusunan arsitektur serta rencana aksi pemerintah digital yang terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Asisten II Eri Budi Santoso menyampaikan bahwa transformasi pemerintah digital merupakan kebutuhan strategis untuk menjawab perkembangan teknologi informasi sekaligus memenuhi tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang semakin cepat dan berkualitas.

Menurutnya, transformasi digital tidak cukup dilakukan dengan mengubah proses administrasi manual menjadi sistem elektronik. Lebih dari itu, diperlukan pembenahan proses bisnis, pengelolaan data, serta perubahan budaya kerja birokrasi agar pemanfaatan teknologi benar-benar memberikan manfaat bagi penyelenggaraan pemerintahan.

“Yang kita butuhkan bukan sekadar banyaknya aplikasi, melainkan ekosistem pemerintahan digital yang terintegrasi, efektif, dan mampu mendukung pengambilan keputusan berbasis data,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan transformasi digital membutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah. Karena itu, penguatan tata kelola, integrasi data dan sistem informasi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta keamanan informasi dan perlindungan data pribadi harus menjadi perhatian bersama.

“Melalui kegiatan FGD ini, kita berharap dapat mengidentifikasi kondisi aktual penyelenggaraan pemerintahan digital, memetakan kebutuhan masing-masing perangkat daerah, serta merumuskan langkah strategis dalam penyusunan Arsitektur Pemerintah Digital dan Rencana Aksi Pemerintah Digital periode 2027–2029,” tambahnya.

Pada sesi pemaparan materi, Prof. Dr. Ahmad Rizal dari Fakultas Teknik Elektro Telkom University menyampaikan materi mengenai kolaborasi Tridharma Perguruan Tinggi dalam mendukung transformasi pemerintah digital Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Ia menjelaskan bahwa kolaborasi pemerintah daerah dan perguruan tinggi melalui pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi salah satu pendekatan untuk memperkuat kapasitas daerah dalam mengembangkan pemerintahan digital.

Dalam pemaparannya, Ahmad Rizal turut menguraikan target peningkatan Indeks Pemerintah Digital Kabupaten Tulang Bawang Barat dari sekitar 1,54 menjadi 2,87 dengan predikat baik pada 2029.

Untuk mendukung target tersebut, dipaparkan sembilan ruang lingkup kerja sama antara Diskominfo Tubaba dan Fakultas Teknik Elektro Telkom University. Ruang lingkup tersebut kemudian dijabarkan ke dalam enam program strategis dengan 43 rencana aksi kegiatan untuk periode 2027–2029.

Rencana aksi tersebut mencakup penguatan tata kelola pemerintahan digital, peningkatan kompetensi sumber daya manusia aparatur, integrasi dan interoperabilitas data lintas perangkat daerah, pengembangan layanan digital, serta penguatan keamanan siber dan perlindungan data pribadi.

Melalui kerja sama ini, Telkom University diharapkan dapat memberikan dukungan keilmuan, rekomendasi teknis, dan pendampingan dalam penyusunan arsitektur serta peta rencana pemerintah digital yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama perwakilan perangkat daerah. Dalam forum tersebut, masing-masing OPD berkesempatan menyampaikan kondisi penyelenggaraan layanan digital, kebutuhan, kendala, serta masukan terkait pengembangan sistem pemerintahan digital di lingkungan kerja masing-masing.

Berbagai masukan tersebut diharapkan menjadi bahan penyempurnaan dokumen Arsitektur dan Rencana Aksi Pemerintah Digital Kabupaten Tulang Bawang Barat periode 2027–2029.

Melalui FGD ini, Diskominfo Tubaba mendorong terbangunnya kesamaan arah dan komitmen seluruh perangkat daerah dalam mewujudkan pemerintahan digital yang terintegrasi. Kolaborasi dengan Telkom University diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui program dan langkah kerja yang konkret, sehingga transformasi digital tidak hanya memperkuat tata kelola pemerintahan, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat. (red)

Posting Komentar

Posting Komentar