-->
jRuearRD1Wflun89k2YLoIrZkENf7YIfHnZianaF
Bookmark

BPBD Lampung Barat Catat 255 KK Berhasil Mengungsi Pasca Peristiwa Tanah Longsor dan Banjir

Praduga|Lampung Barat - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Barat mencatat ada 255 Kepala Keluarga (KK) yang telah berhasil mengungsi akibat peristiwa bencana alam tanah longsor dan banjir bandang yang terjadi di Pekon Sidomulyo, Kecamatan Pagar Dewa, Lampung Barat pada Kamis (9/3/2023) lalu.

Kepala BPBD Lampung Barat, Padang Priyo Utomo mengatakan, 255 KK yang mengungsi akibat peristiwa tersebut  berasal dari enam pemangku yang terdampak.

"Sampai dengan hari ketiga operasi tanggap darurat bencana longsor yang terjadi di Pagar Dewa ini terdapat 24 titik pengungsian dan sudah menampung 255 KK, sedangkan untuk jumlah KK di enam pemangku yang terdampak berjumlah 741 KK," kata Padang, Minggu (12/3/2023).

Padang menuturkan operasi kemanusiaan dan tanggap darurat ini sudah dilakukan selama tiga hari oleh tim gabungan yang melibatkan beberapa pihak.

"Pihak yang bergerak dan terlibat di titik lokasi bencana ialah BPBD, Dinkes, Dissos, Satpol-PP, pemerintah Pekon dan Kecamatan, Polres Lampung Barat, Kodim 0422/LB, Relawan PCNU, Pramuka, dan masyarakat umum," tuturnya.

Sementara dikatakan Padang, tim gabungan telah berhasil membuka akses jalan dan jalur penghubung antar pemangku yang sebelumnya terisolir akibat dampak bencana ini.

"Dari enam pemangku yang terdampak, terdapat tiga pemangku yang terisolir, yaitu pemangku Tujuh, Delapan dan Sembilan, Alhamdulillah kini kita telah membangun 3 jembatan darurat penghubung pemangku 6-7, pemangku 7-8 dan pemangku 8-9” ujar Padang.

"Alhamdulillah, hari ini penanganan tanggap darurat untuk akses utama jalan poros penghubung Pekon Sidomulyo-Tanjung kurung sudah selesai, Ruas jalan penghubung antar dua pekon tersebut sudah terbuka untuk lalu lintas orang dan barang dengan menggunakan kendaran roda dua," jelas Padang.

Setelah membuka akses jalan yang menuju beberapa pemangku yang terisolir tersebut, tim langsung melakukan evakuasi kepada masyarakat yang terisolir dan semua warga yang sebelumnya terisolir itu sekarang sudah dievakuasi dan berhasil diungsikan.

Kelompok yang rentan yakni lansia, ibu hamil, ibu-ibu, penyandang disable merupakan target utama masyarakat yang harus tercukupi kebutuhan dasarnya, baik kebutuhan logistik makanan, kebutuhan kesehatan, dan kebutuhan lainnya yang dirasa perlu dilakukan.

Pihaknya juga akan memastikan bahwa seluruh korban yang terdampak harus mendapatkan pelayanan dasar yang memadai dan memastikan keselamatan jiwa mereka. Berbagai upaya pun telah pihaknya lakukan untuk memastikan hal-hal tersebut, setidaknya masyarakat yang terdampak bisa mendapat pelayanan yang baik.

"Selama tiga hari ini juga, kami telah melakukan pendataan dan pemetaan terhadap beberapa area terdampak, Kemudian telah membuat kantong kantong pengungsian (titik kumpul aman), dapur umum untuk kebutuhan masyarakat, mendistribusikan logistik," pungkasnya. (*)

Posting Komentar

Posting Komentar